Suatu saat nanti..


Dear Diary, 

Dalam keseharianku yang tenang, semuanya berubah setelah masuk kuliah. Banyak hal yang membuatku harus keluar dari zona nyamanku sendiri. Dari sekian banyak mata kuliah yang kudapatkan dikampus, mungkin mata kuliah TPKI yang paling banyak menguras tenaga, waktu dan memeras pikiran

Benar kata orang bahwa setiap manusia mempunyai keahliannya masing masing, tidak terkecuali diriku ini yang paling malas dalam hal mengarang indah seperti menulis dan membuat karya ilimah, butuh perjuangan untuk mendapatkan motivasi memulai menulis. Blog inipun bisa aktif hampir tiap miggu sebab mata kuliah ini.

Yah, pastinya ada rasa jenuh dan capek saat membuatnya. Belum lagi tugas dari dosen lain yang juga tidak boleh dilewatkan, kadang harus terjaga siang dan malam agar dapat menyelesaikan tugas yang ada tetap waktu.

Telah banyak pelajaran yang telah aku dapatkan selama menjalani semester empat ini utamanya pada mata kuliah TPKI, segala tugas yang telah diberikan membuat diriku tersadar bahwa kita harus mengorbankan waktu lebih untuk membuat tulisan yang dapat diterima banyak orang, kita harus dapat membagi waktu untuk menyelesaikan berbagai hal dan kadang harus mengorbankan kesenangan yang ada agar dapat membahagiakan orang lain yang membaca tulisan kita.


Selama mengerjakan tugas yang ada, aku juga merasakan banyak hal yang telah berubah. Banyak informasi informasi yang tersirat saat membaca postingan orang lain, kadang juga tertawa sendiri saat meninjau kembali tulisan tulisan yang selama ini telah aku buat. Dari situlah ternyata membuktikan  bahwasanya kadang kita harus mendapatkan dorongan dan ‘paksaan’ untuk mencapai hasil yang membanggakan. Semoga postingan ini dapat menjadi motivasi bagi diriku nanti saat membacanya kembali . hehe :D

Terima kasih telah memberikan tugas ini, semoga tulisan ini tidak menjadi yang terakhir dan suatu saat nanti  tulisan tulisan yang dibuat dapat terpampang nyata di muka umum dan membuat semua orang bangga . Aamiin.

Serta semangat untuk teman temanku yang telah berjuang hingga saat ini, perjuangan masih panjang. Semoga kita dapat belajar seperti dahulu dan bercanda ria kembali. Walaupun banyak cobaan yang menghadang, selalu berpikir positif dan lakukan yang terbaik.

"Do your best at every opportunity that you have." 

Foto dengan pak Novia Budi dosen TPKI


Foto dengan ibu Siska dosen metstat dan TPKI



Keseimbangan dunia menjadi tak karuan akibat pandemi covid-19


Keseimbangan dunia menjadi tak karuan akibat pandemi covid-19

Dunia saat ini digegerkan dengan adanya wabah yang telah menyebar hampir diseluruh penjuru, Wabah yang telah dinyatakan World Health Organization (WHO) sebagai pandemi sebab penyebarannya yang sangat cepat dan tidak memandang usia, jenis kelamin, agama, ras maupun suku. Setiap orang dapat terpapar virus ini dengan masuk melalui pernapasan yang dapat membuat penderita merasakan gejala utamanya pada paru paru dan organ pernapasan lainnya.

Untuk mengatasi hal ini telah banyak gebrakan gebrakan yang telah dilakukan dibeberapa negara seperti memberlakukan sistem lockdown atau isolasi wilayah untuk menjaga agar penyebaran wabah ini dapat cepat teratasi. Tidak sedikit juga negara yang membuat peraturan yang tegas agar wargaya dapat selalu menjaga diri dan membatasi kegiatan kegiatan utamanya yang melibatkan orang banyak.

Melemahnya aktivitas ekonomi menyebabkan perekonomian diseluruh dunia mengalami penurunan yang sangat drastis , ketidakpastian akan berakhirnya pandemic ini membuat kegiatan perdagangan dunia menjadi belum mendapat titik terang hingga saat ini

Seluruh jalur transportasipun harus terdampak akan hal ini, seluruh jalur internasional hingga jalur domestik harus diminimalisir. Banyak rencana perjalanan yang harus ditunda dan merugikan seluruh pihak yang terkait dan pastinya berdampak pada banyak sektor yang membantu perekonomian negara sendiri. Kegiatan ekspor imporpun harus dicegah pemerintah untuk mengatasi ketidakpastian ini.

Kondisi ini membuat pemerintah Indonesia sendiri untuk membuat kebijakan yang ketat. Dimulai dari peraturan memakai masker, pembatasan sosial, serta menghimbau agar masyarakat untuk selalu berada didalam rumah untuk menghindari terjangkit wabah serta melindungi orang lain dalam memberantas penyebaran virus ini. Segala aktivitas diluar rumahpun harus dibatasi, harus senantiasa menjaga kebersihan dan meningkatkan tingkat ketahanan tubuh serta  selalu menjaga jarak aman dengan orang lain.

Untuk mengatasi hal ini diperlukannya kerjasama dari seluruh pihak untuk dapat menjaga kestabilan dan keutuhan aktivitas yang dahulu terjadi, seluruh dunia harus bekerja sama dala memutus mata rantai penyebaran pandemi ini serta meminimalisir kerugian negara dan membuat aktivitas sehari hari dapat berjalan seperti sebelumnya.




Mengambil hikmah dari suatu musibah



MENGAMBIL HIKMAH DARI SUATU MUSIBAH


      Semenjak adanya informasi mengenai wabah covid-19 atau yang lebih dikenal dengan sebutan korona itu mulai masuk kewilayah Indonesia, Pemerintah  gencar gencarnya memberikan himbauan melalui berbagai media dengan tagline #Dirumahaja yaitu untuk melakukan seluruh aktivitas dirumah dan menerapkan social distancing/physical distancing serta senantiasa menggunakan masker saat berada diluar  untuk memutus rantai penyebaran virus ini.

    Wabah ini berdampak kepada seluruh kalangan masyarakat, banyak masyarakat yang harus memenuhi kebutuhan sehari harinya sehingga mau tidak mau harus ke kantor walaupun khawatir akan kesehatan mereka, apalagi pedagang yang tumpuan perekenomiannya berasal dari hasil berjualan.

     Proses belajar mengajarpun harus dihentikan baik dari sekolah dasar hingga  universitas yang diliburkan sementara untuk menjaga kesehatan tiap pelajar dan digantikan dengan pembelajaran jarak jauh ( PJJ ) atau yang bisa disebut sistem daring.

     Perkuliahan ini membuat mahasiswa merasakan dampak yang sangat berbeda karena kegiatan yang biasanya di lakukan secara tatap muka di dalam kelas dengan dosen, kini harus mengandalkan jaringan internet untuk dapat mengakses sistem perkuliahan yang diterapkan saat ini. Tidak sedikit juga mahasiswa yang terkendala akan hal ini sebab dibutuhkan koneksi internet yang stabil, memahami materi yang bisa dikatakan masih baru, serta perkuliahan yang  masih terbilang baru pun menjadi kendala utama dalam menyelesaikan segala sistem perkuliahan.

  Saat berbicara mengenai mana yang lebih baik mengenai pembelajaran tatap muka (biasanya) dengan pembelajaran daring pasti hampir seluruh pelajar akan mengatakan untuk melakukan pembelajaran seperti biasanya, tidak terkecuali saya yang merasakan secara langsung akan hal ini. Dari yang telah saya hadapi saat ini masalah yang paling sering dihadapi pastinya mengenai jaringan di pedesaan yang tidak stabil sehingga butuh kesabaran untuk mengakses perkuliahan, serta masih awamnya pemahaman akan materi yang diberikan oleh dosen bersangkutan sehingga waktu untuk mengerjakan tugas membutuhkan waktu lebih hanya untuk memahami materi.

    Terlepas dari hal itu saya yang pulang ke kampung halaman merasa khawatir akan menjadi seorang carrier atau pembawa wabah yang bisa saja membuat keluarga di rumah juga terdampak akan hal ini. Sejak berada dirumah saya selalu menjaga jarak dengan keluarga dan masyarakat serta berusaha berpola hidup sehat dengan sering mencuci tangan, makan makanan bergizi, serta menyempatkan diri berjemur. Orang-orang sekitar saya juga selalu memberikan semangat untuk selalu berpikir positif agar dan senantiasa berdoa agar selalu diberikan kesehatan.

    Dengan kejadian ini, kita diharapkan bisa lebih menjaga kesehatan dan tetap mengikuti arahan yang diberikan pemerintah untuk dapat memutuskan rantai penyebaran virus corona sehingga kita dapat kembali beraktifitas seperti biasa.

#DirumahAja
#BersatuMelawanCovid19
#DisiplinJagaJarak

Cerita Hidup

Suatu saat nanti..