Cerita hidup : Awal perjalanan panjang

  Awal perjalanan panjang

Pada saat menduduki kelas 12 SMA pada murid pastinya telah memikirkan masa depan mereka untuk melanjutkan ke jenjang perkuliahan maupun yang ingin langsung bekerja setelah lulus, saat itulah yang menjadi incaran para murid adalah perguruan tinggi kedinasan yang menjamin akan terjaminnya masa depan untuk langsung bekerja setelah lulus kuliah.

Setelah mencari cari mengenai informasi setiap perguruan tinggi aku mulai memantapkan diri untuk menjadikan POLSTAT STIS menjadi perguruan tinggi kedinasan yang aku pilih di sistem one gath yang mewajibkan untuk hanya dapat satu dari puluhan kedinasan yang tersedia dan dengan persetujuan orang tua akhirnya mulai mempelajari segala hal untuk menjadi persyaratan mengikuti tes tahap masuk.

Waktu berlalu dengan cepat, setelah mengikuti Ujian Nasional aku mulai memfokuskan diri belajar untuk mengikuti SBMPTN dan kedinasan, akibat jadwal tes keduanya yang cuman berselang seminggu dan rumahku berada jauh dari pusat dilaksanakannya ujian tersebut akhirnya setelah mengikuti ujian SBMPTN aku harus menginap dirumah kerabat serta untuk menghemat tenaga .

Dengan cuman bermodalkan buku buku pelajaran saat SMA dan juga buku kumpulan soal soal pada tahun sebelumnya tibalah saatnya tes tahap pertama yaitu tes matematika dimana ini merupakan tes tersulit dan selalu menggugurkan banyak pendaftar tiap tahunnya.setelah mengikuti ujian aku hanya berharap untuk dapat lulus pada ujian ini selagi mempersiapkan diri untuk mengikuti ujian selanjutkan apabila lulus pada tahap satu.

Setelah hampir sebulan berlalu, tibalah saat pengumuman tahap satu akan diumumkan secara online dilaman resmi kampus, dan alhamdulillah dari sekitar 2000-an pendaftar yang diterima aku termasuk salah satunya.

Pada tahap kedua dan tahap ketiga alhamdulillah berjalan lancar jumlah peserta cuman tersisa 800-an lebih peserta dari seluruh Indonesia.Akhirnya tahap keempat yaitu tes kesehatan dan menjadi tes tahap terakhir untuk bisa dinyatakan lulus untuk bisa mengikuti perkuliahan di Jakarta.

Akhirnya tibalah pengumuman tahap akhir, saat itu semua emosiku tercampuk aduk antara sedih, kecewa, dan marah pada diri sendiri bahwa usahaku kurang maksimal sebab ternyata pada akhir pengumuman nomor pesertaku tidak ada yang menandakan aku tidak lulus dan otomatis gugur . Semua yang telah kulakukan dan kuhadapi hingga tahap ini diakhiri denga rasa frustasi dan harus mengubur dalam dalam akan dapat kuliah kedinasan diawal kelulusanku.

Ada kalanya aku masih bertanya tanya apa yang menyebabkan diriku tidak lolos hingga aku bertanya pada pihak panitia penerimaan melalui media social dan fanspage yang tersedia untuk menanyakan alasan tersebut namun tidak mendapatkan respon sama sekali.

Setelah kepahitan tersebut aku berusaha bangkit untuk mencari alternative lain untuk dapat berkuliah, untungnya sebelum pengumuman itu aku diterima di salah satu perguruan tinggi di makassar dengan jurusan yang masih sejalan dengan yang kuinginkan.

“Seorang pemenang takkan pernah berhenti untuk berusaha dan orang yang berhenti untuk berusaha takkan menjadi seorang pemenang”,mungkin kalimat itulah yang menggambarkan kondisiku saat ini karena aku masih ada harapan untuk lolos mungkin itu yang membuat adanya keajaiban yang menimpa diriku , bagaimana tidak sehari sebelum dilakukannya daftar ulang di kampus tersebut pada malam harinya aku ditelepon oleh pihak kampus bahwa aku masih ada kesempatan untuk bisa lolos dan harus segera berangkat ke Jakarta untuk melakukan daftar ulang Bersama peserta yang lain.

Dengan keadaan percaya tidak percaya hingga aku harus menanyakan kembali apakah ini asli atau penipuan, dengan mencari lebih lanjut dari contact personnya ternyata itu cocok dengan yang dicantumkan difanspage kampus bersangkutan. Pada malam itu juga aku menyiapkan berkas berkas, memesan tiket ke Jakarta beserta perlengkapan lainnya untuk keperluan selama di Jakarta.

Esok harinya langsung berangkat dengan pesawat terbang Bersama orangtuaku sekaligus menjadi pengalaman pertama menaiki pesawat dan untuk pertama kalinya berada ratusan kilometer jauhnya dari rumah. Perjalanan selama dua jam yang berlangsung singkat dari makassar ke Jakarta  dan setelah mendarat di bandara langsung bergegas menuju kampus untuk mendaftar ulang, melakukan pendataan diri, dan pengukuran pakaian dinas.

Rasa syukur atas segala  yang telah yang aku perjuangkan untuk sampai ke titik ini dengan mengorbankan waktu,tenaga, biaya,dan pesaraan serta doa dan restu orang tua  akhirnya resmilah ku menjadi bagian dari kampus POLSTAT STIS.

Setiap mengingat kejadian saat itu, aku selalu merasa itulah masa dimana aku menjadi orang yang paling beruntung dari puluhan ribu orang yang ingin masuk ke perguruan tinggi ini , bagaimana tidak hanya terdapat 600 kursi yang disediakan tiap tahunnya dan aku menjadi salah satunya, tidak lain dan tidak bukan perguruan tinggi kedinasan Politektik STIS yang menjadi kampus yang masih aku jalani hingga saat ini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cerita Hidup

Suatu saat nanti..