Energi Inovatif, kehidupan laut yang kena imbasnya


Energi inovatif,  kehidupan laut yang kena imbasnya


Pembangunan yang berwawasan lingkungan merupakan bentuk pembangunan yang tetap memperhatikan daya dukung lingkungan dan kelestarian sumberdaya alam. Pembangunan yang berwawasan lingkungan akan menghasilkan suatu pembangunan yang berkelanjutan dan seimbang.
Dalam Undang-undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2009 tentang ketentuan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup dinyatakan bahwa lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya keadaan, dan makhluk hidup, termasuk di dalamnya manusia, dan perilakunya yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya
Lingkungan hidup yang serasi dan seimbangan sangat kita perlukan karena merupakan unsur penentu kehidupan suatu bangsa. Idealnya pemanfaatan lingkungan hidup harus memperhatikan pemeliharaan dan kelestarian lingkungan sehingga dapat diwariskan kepada generasi yang akan datang.
Salah satu keberhasilan pembangunan berkelanjutan (SDG’s) dalam kaitannya dengan lingkungan hidup adalah dengan Memastikan akses terhadap energi yang terjangkau, dapat diandalkan, berkelanjutan dan modern bagi semua.
 Sejalan dengan hal tersebut, salah satunya adalah pembangunan industri PLTU punagaya di kabupaten jeneponto yang secara resmi  diresmikan langsung oleh menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro pada tahun 2017 sebagai upaya peningkatan kebutuhan energi listrik di Provinsi Sulawesi Selatan. Namun di lain sisi,  karena berada pada wilayah pesisir pantai sisa air buangan yang langsung ke laut mempengaruhi perubahan strukturan komunitas organisme laut pada lokasi pelimbahan yang membuat banyaknya biota laut terdampak akan hal itu.

Perkuat Kelistrikan Sulsel, PLTU Punagaya dan PLTU Jeneponto Siap ...

Berdasarkan postingan ANTARA FOTO/Abriawan Abe/pras, kamis (16/5/2019), Petani yang memanen rumput laut di sekitaran kawasan PLTU Jeneponto mulai resah akan adanya pembangkit ini disekitaran wilayah pesisir pantai. Menurut salah satu warga di daerah tersebut sejak keberadaan PLTU, hasil rumput laut mereka mengalami keterlambatan pertumbuhan bahkan gagal panen akibat dampak buangan limbah PLTU.

Hal ini juga diperkuat dari hasil penelitian Hasriyani hafid tentang “pengaruh suhu air pendingin PLTU jeneponto terhadap komunitas planton di perairan punagaya jeneponto-Sulsel”. Dalam penelitiannya disimpulkan bahwa sebaran suhu air panas pada pembuangan limbah PLTU Jeneponto berbahan bakar batu bara mempengaruhi kehidupan biota perairan seperti planton, hal ini ditunjukkan dengan menurunnya jumlah jenis dan spesies, khususnya yang berada dekat dengan sumber buangan air panas. Berdasarkan nilai indeks ekologi khususnya indeks keanekaragaman plankton mengindikasikan bahwa telah terjadi penurunan kualitas perairan di sekitar wilayah pengoperasian PLTU serta berpotensi menurunkan indeks keanekaragaman, indeks keseragaman dan indeks dominansi di tahun yang akan datang apabila tidak dilakukan penanganan terhadap buangan limbah air panas yang dibuang ke badan perairan.

Hal ini perlu perhatian kita khususnya pemerintah agar dapat mengatasi dampak yang dihasilkan serta diperlukannya penanganan cepat pada buangan limbah air panas yang dibuang ke badan pengairan agar. Keseimbangan ekosistem laut dapat terjaga dengan baik sehingga masyarakat juga dapat mencari pendapatan dari hasil laut yang ada.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cerita Hidup

Suatu saat nanti..